Finansial Tech

Tips Mengatur Skala Prioritas Dengan Baik Dan Benar

Saat ini kebutuhan manusia akan sebuah barang atau jasa tidak akan pernah ada henti-hentinya. Karena hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber daya atau alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Untuk itu sangatlah diperlukan skala prioritas yang dapat memudahkan kamu dalam bertindak agar sesuai dengan kebutuhan. 

Apa itu Skala Prioritas ? Skala Prioritas adalah sebuah daftar yang telah disusun atau diatur yang berisi ukuran kebutuhan dengan tingkat kebutuhan hidup seseorang. Biasanya ukuran ini diatur mulai dari kebutuhan yang paling mendesak sampai yang tidak terlalu mendesak. Dan dengan adanya takaran dalam mengatur skala prioritas ini dapat mempengaruhi seseorang untuk dapat mengetahui kebutuhan apa saja yang harus didahulukan, karena dengan mengatur skala prioritas tentu saja sangat membantu Sobat dalam mengelola keuangan yang baik dan benar. 

Maka hal ini sangatlah penting bagi seseorang yang ingin memiliki keuangan yang sehat. Dengan cara mengatur keuangan secara bijak, maka setiap kebutuhan yang bersifat urgent dan penting dapat terpenuhi dengan maksimal. Selain itu Sobat akan terbiasa untuk hidup lebih teratur, hemat dan selalu melakukan pengeluaran sesuai kebutuhan hingga membantu merencanakan keuangan masa depan dengan lebih baik. 

So, ini lho tipsnya mengatur skala prioritas yang dapat Sobat lakukan dengan mempertimbangkan beberapa tips-tips yang akan Mindi jelaskan. Makanya yuk disimak baik-baik ya Sobat. 

Mempertimbangkan Tingkat Kebutuhan

Sebelum menentukan barang mana yang akan didahulukan, harus mempertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan barang tersebut. Contohnya, membeli rumah lebih penting daripada membeli gadget keluaran terbaru.

Mempertimbangkan Tingkat ‘Urgensi’ Kebutuhan

Apa sih urgensi itu ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), urgensi adalah sebuah keharusan yang mendesak. Dari pengertian tersebut bisa diartikan bahwa, kamu harus mementingkan suatu hal yang harus segera dilakukan. 

Misalnya tanggal 20 bulan agustus adalah waktunya kamu mengganti oli motor, tapi disaat yang bersamaan sudah waktunya kamu harus membayar listrik. Setelah mempertimbangkan semuanya, kamu memilih untuk membayar listrik terlebih dahulu karena listrik lebih mendesak ketimbang oli.

Memperhitungkan Dana Kebutuhan Dengan Pendapatan

Hal ini penting dilakukan, agar kamu dapat memperhitungkan keadaan keuangan kamu. Dan juga menjadi sebuah tolak ukur untuk melihat seberapa besar kemampuanmu dalam menetapkan kebutuhan. Misalnya, kamu ingin membeli mobil. Hal pertama yang harus kamu perhitungkan terlebih dahulu adalah, apakah gaji yang kamu miliki saat ini cukup untuk membayar cicilan mobil tersebut. 

Memilah Setiap Pembayaran Yang Akan Dilakukan

Dalam hal ini, kamu harus lebih teliti setiap akan melakukan pembayaran yang akan dilakukan saat bertransaksi atau berbelanja. Jika pada suatu saat kamu membutuhkan sebuah kebutuhan (barang maupun jasa) yang dirasa perlu untuk dibeli, maka sebelum membeli barang tersebut ada baiknya kamu catat terlebih dahulu agar tidak salah pilih dan dapat membantu kamu dalam penghematan uang.

Nah, sekarang kamu sudah tahukan apa saja ya tips mengatur skala prioritas yang baik dan benar. Untuk kamu yang belum mengatur skala prioritas dalam keuangan, yuk dicoba tips yang sudah Mindi berikan. Bagi kamu yang sudah bisa mengatur skala prioritas keuangan, jangan lupa untuk melakukan pencatatan keuangan agar kamu bisa terus mengetahui alur keuangan kamu dan menggunakannya dengan tepat yaaa.

Goodluck Sobat! 

Cariilmu Official

Cariilmu Official

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Finansial

Tipe-Tipe Pendapatan Seseorang

Created by Vikri Hala Haikal & Jihan Elshadat  Pada dasarnya setiap orang yang memiliki pekerjaan pasti akan mendapatkan pendapatan atau
Finansial

Langkah Pertama Dalam Mengatur Keuangan

Di era pandemi saat ini, sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai memperhatikan kondisi financial mereka dengan mengatur keuangan sebaik mungkin. Maka