Bisnis

Langkah-Langkah Melakukan Branding Dengan Tepat

Created by Jihan Elshadat

Di artikel sebelumnya yang berjudul Kira-kira Branding atau Jualan Dulu, Minmu sudah membahas secara singkat mengenai apa itu brand? Dan apa perbedaannya dengan branding ? Brand itu sendiri dapat diartikan sebagai sebuah merek dagang yang dikenal melalui nama maupun logonya. Sedangkan, Branding adalah sebuah kegiatan komunikasi untuk menyebarluaskan serta mempertahankan sebuah brand.

Membaca pengertian dari branding, pasti pertanyaan yang terlintas dari kepala kalian adalah ‘berarti kita hanya perlu mencari cara mempromosikannya saja kan?’. Eits, gak segampang itu lho sobat untuk melakukan branding. Karena tujuan utama branding tidak hanya sekedar mempromosikan saja tapi juga membangun rasa percaya konsumen terhadap brand kamu. Jadi ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan saat akan melakukan branding dengan tepat, yuk simak baik-baik sobat langkah-langkahnya.

  1. Membuat Product Image Brand

Hal ini merupakan hal yang paling penting dilakukan dalam melakukan branding, karena dengan adanya ciri khas dari bisnis kamu dapat membuat konsumen mengingatnya. Kamu bisa melakukannya dengan menggunakan logo brand kamu yang tersederhana, unik dan juga mudah diingat oleh orang. Selain logo kamu juga bisa menunjuk brand influencer kamu, jika produk kamu adalah produk kecantikan maka kamu bisa menunjuk beauty vlogger.

  1. Membuat iklan

Iklan merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk melakukan branding agar produk kamu dikenal banyak orang. Apalagi di era yang serba digital ini, membuat iklan di media sosial adalah hal yang mudah dilakukan, terlebih biaya nya bisa dibilang cukup terjangkau lho. Contohnya seperti Instagram ads, Facebook ads, youtube ads, tiktok ads dan lain-lainnya.

  1. Berikan Nilai Tambah Selain Menjual Produk

Maksudnya gimana sih ? Dalam membangun sebuah branding, ada baiknya jika konten yang dibuat berisi nilai edukasi selain produk bisnis kamu. Contohnya kamu memiliki bisnis produk perawatan kulit (skincare), kamu bisa memposting di media sosial atau email marketing tips-tips mengenai perawatan kulit atau bahkan kamu menjelaskan manfaat dari produk yang kamu jual.

  1. Ambil Sudut Pandang Konsumen Sentris

Apa sih maksudnya? konsumen sentris merupakan pendekatan pemasaran yang dirancang berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan mengetahui kebutuhan serta keinginan konsumen kamu dapat menganalisa persepsi konsumen, sehingga kamu bisa membangun loyalitas dan mempertahankan konsumen untuk jangka panjang.

Selain mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, kamu bisa memberikan pelayanan yang baik secara sosial. Contohnya, kamu membantu memecahkan masalah yang sedang dialami oleh konsumen kamu seperti merekomendasikan produk yang best seller, menjelaskan keunggulan produk kamu agar konsumen bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

  1. Konsisten

Melakukan branding memerlukan waktu yang cukup lama dan kesabaran, karena melakukan branding juga merupakan strategi jangka panjang. Maka kamu harus konsisten untuk melakukan 4 hal yang sudah Minmu jelaskan diatas ya supaya brand kamu dikenal dan diingat oleh orang banyak. Ketika brand kamu sudah diingat kemungkinan sangat besar bahwa konsumen akan membeli produk yang kamu jual. 

Nah sekarang kamu sudah pahamkan mengenai langkah-langkah melakukan branding dengan tepat yang bisa kamu terapkan di bisnis kamu. Semoga apa yang Minmu jelaskan bermanfaat dan menjadi motivasi ya untuk kamu yang ingin memulai branding. Jangan lupa untuk kembangkan diri kamu dengan mencari ilmu bersama Cariilmu.co.id yaaa.
Good Luck sobat!

Cariilmu Official

Cariilmu Official

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Bisnis

Kenali Perbedaan Entrepreneur Dan Intrapreneur

Saat ini, Kalian pastinya sering sekali mendengar kata Entrepreneur maupun Intrapreneur, di berbagai acara dan kesempatan lainnya. Kalian tahu gak
Bisnis

Strategi Bisnis Kamu Lebih Unggul Dari Kompetitor

Saat ini persaingan di dunia bisnis semakin ketat, sehingga pelaku bisnis harus menghadapinya dengan cara yang sehat. Kompetitor atau pesaing